Artikel ilmiah yang sudah selesai ditulis belum tentu langsung siap dikirim ke jurnal. Banyak penulis merasa isi artikelnya sudah baik, tetapi tetap mengalami penolakan pada tahap awal. Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah naskah tidak mengikuti format atau ketentuan jurnal yang dituju. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas isi artikel perlu didukung oleh kerapian teknis penulisan.
Setiap jurnal ilmiah biasanya memiliki pedoman penulis atau author guidelines. Pedoman tersebut memuat aturan tentang struktur artikel, jumlah kata, gaya sitasi, penulisan daftar pustaka, tabel, gambar, dan format naskah. Aturan ini dibuat agar artikel yang masuk memiliki standar penulisan yang seragam. Jika pedoman tersebut diabaikan, artikel dapat dinilai belum siap meskipun isinya sudah relevan.
Kesalahan format sering dianggap sepele oleh penulis. Padahal, kesalahan seperti gaya sitasi yang tidak sesuai, struktur artikel yang tidak lengkap, atau daftar pustaka yang tidak rapi dapat memengaruhi penilaian awal editor. Beberapa jurnal bahkan menyediakan template khusus yang harus digunakan oleh penulis. Template ini membantu naskah mengikuti tampilan dan susunan yang diminta oleh jurnal.
Sebelum submit, penulis perlu memeriksa kembali seluruh bagian artikel. Judul, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka harus sesuai dengan ketentuan jurnal. Kutipan dalam isi artikel juga perlu cocok dengan sumber yang tercantum di daftar pustaka. Pemeriksaan ini membantu mengurangi risiko artikel dikembalikan karena masalah teknis.
